
Semarang – Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) kembali memperluas jejaring internasional melalui kegiatan International Collaboration bersama Autism Association of Western Australia. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam mendukung pendidikan yang semakin inklusif.
Mengangkat topik “Empowering Fathers: Learning from Autism Association of Western Australia”, kegiatan membahas peran keluarga, khususnya ayah, dalam mendukung perkembangan dan kehidupan anak dengan autisme. Kolaborasi ini sekaligus memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh perspektif internasional mengenai dukungan keluarga dan praktik inklusif yang dikembangkan di Australia.
Belajar Praktik Baik dari Australia
Dalam kegiatan tersebut, Autism Association of Western Australia membagikan berbagai pengalaman terkait tantangan yang dihadapi keluarga dalam mendampingi anak dengan autisme. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain tuntutan pekerjaan, isolasi sosial, pemahaman masyarakat, pengasuhan anak, perbedaan prioritas dalam keluarga, serta kesehatan mental.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam keluarga. Berbagai pendekatan untuk meningkatkan partisipasi ayah turut didiskusikan, mulai dari penyesuaian waktu kegiatan, pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan ayah, pelibatan ayah sebagai penggerak kegiatan, hingga penyelenggaraan aktivitas yang mendorong keterlibatan keluarga.
Pertukaran pengalaman tersebut memberikan wawasan bahwa upaya mewujudkan pendidikan inklusif tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. Dukungan keluarga dan lingkungan sosial juga memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan setiap individu.
Memperluas Perspektif Pendidikan Inklusif
Bagi Magister Pendidikan Matematika UNISSULA, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan wawasan mengenai pendidikan inklusif dalam perspektif yang lebih luas. Pengembangan pembelajaran matematika yang inklusif memerlukan pemahaman terhadap peserta didik tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari kondisi keluarga, sosial, dan lingkungan yang mendukung proses belajarnya.
Melalui dialog dengan mitra internasional, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal praktik yang diterapkan dalam konteks Australia sekaligus merefleksikan kemungkinan pengembangannya dalam konteks pendidikan di Indonesia.
Dokumentasi International Collaboration
[Letakkan foto/flyer dokumentasi kegiatan di sini]
Kegiatan berlangsung secara daring dengan melibatkan perwakilan dari Magister Pendidikan Matematika UNISSULA dan Autism Association of Western Australia. Diskusi interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar perspektif mengenai pemberdayaan keluarga, keterlibatan ayah, serta dukungan terhadap anak dengan autisme.
Memperkuat Kolaborasi Akademik Tingkat Global
International Collaboration ini menjadi salah satu langkah Magister Pendidikan Matematika FKIP UNISSULA dalam memperluas jejaring dan membangun atmosfer akademik berwawasan global. Pertemuan dengan mitra internasional membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dari praktik pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang berkembang di negara lain.
Kolaborasi bersama Autism Association of Western Australia juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam bidang pendidikan inklusif, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan akademik internasional lainnya.
Melalui kegiatan ini, Magister Pendidikan Matematika FKIP UNISSULA terus mendorong terciptanya pendidikan matematika yang inovatif dan inklusif sekaligus memperkuat jejaring akademik pada tingkat internasional.


