SEMARANG — Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai World Class Islamic University yang humanis dan inklusif melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Designing Inclusive Mathematics Learning” dalam rangka menyambut Hari Autis.
Perspektif Difabel dalam Pembelajaran
FGD dipandu oleh Dr. Nila Ubaidah selaku Kaprodi Magister Pendidikan Matematika UNISSULA. Forum ini juga menghadirkan Satria Bayu Pamungkas, penyandang difabel daksa, dan Muhammad Aenul Yakin, penyandang difabel netra, yang membagikan pengalaman autentik mereka dalam menghadapi berbagai tantangan aksesibilitas pendidikan.
Dekan FKIP UNISSULA, Dr. M. Afandi, menegaskan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar wacana, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan akademik. Kampus diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif, adil, serta menghargai keberagaman potensi mahasiswa.
-
13 April 2026
Publikasi kegiatan FGD “Designing Inclusive Mathematics Learning” oleh FKIP UNISSULA.
-
Perspektif Difabel
Pembahasan menghadirkan pengalaman penyandang difabel daksa dan netra mengenai tantangan aksesibilitas dalam pendidikan.
-
Media Taktil & Audio
Pemanfaatan media taktil dan audio sebagai alternatif untuk mendukung mahasiswa difabel netra dalam pembelajaran matematika.
-
Teknologi & AI
Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, untuk membantu personalisasi pembelajaran dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif.
Diskusi juga membahas berbagai gagasan inovatif, seperti integrasi bahasa isyarat dalam pembelajaran matematika, desain tugas berdasarkan diferensiasi kemampuan, serta pentingnya empati pedagogis dan fleksibilitas dalam merancang pembelajaran. Melalui FGD ini, UNISSULA menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan matematika yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa diskriminasi.


